Agar sebuah usaha dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang maka perlu adanya menejemen atau pengelolaan yang baik pula. Sebaliknya,apabila sebuah usaha dikelola dengan cara yang seadanya dan tidak teratur maka tentunya usaha tersebut akan sulit untuk berkembang bahkan yang lebih buruknya usaha tersebut dapat terancam bubar. Berikut adalah beberapa ciri – ciri usaha yang memiliki menejemen yang tidak sehat.
1. Sistem yang berantakan
Suatu menejemen yang tidak sehatdapat terlihat dari sistemnya yang berantakan. Sistem tersebut meliputi keseluruhan sistem operasional dan juga sistem keuangan dalam menjalankan usaha tersebutSemua usaha baik itu usaha yang berskala besar maupun yang berskala kecil, seluruhnya membutuhkan sistem. Tidak perlu membuat sistem yang rumit. Cukup membuat suatu sistem yang mudah dijalankan dan sesuai dengan bidang usaha anda.
2. Keuangan tidak dikelola dengan baik
Menejemen usaha yang tidak sehat tentunya dapat dilihat dari cara pengelolaan keuangannya yang kacau dan tidak terstruktur, tidak memiliki catatan maupun pembukuan.
3. Penempatan karyawan yang kurang efisien
Menejemen sebuah usah yang baik juga dapat dilihat dari kinerja dan penempatan karyawannya. Biasanya yang sering terjadi adalah pembagian tugas dan penempatan karyawan yang tidak sesuai.
4. Servis yang buruk
Adapun ujung tombak dari suatu usaha adalah output yang diberikan kepada customer yaitu berupa servis. Servis yang buruk tentunya dapat mencerminkan menejemen internal yang tidak baik.
1. Sistem yang berantakan
Suatu menejemen yang tidak sehatdapat terlihat dari sistemnya yang berantakan. Sistem tersebut meliputi keseluruhan sistem operasional dan juga sistem keuangan dalam menjalankan usaha tersebutSemua usaha baik itu usaha yang berskala besar maupun yang berskala kecil, seluruhnya membutuhkan sistem. Tidak perlu membuat sistem yang rumit. Cukup membuat suatu sistem yang mudah dijalankan dan sesuai dengan bidang usaha anda.
2. Keuangan tidak dikelola dengan baik
Menejemen usaha yang tidak sehat tentunya dapat dilihat dari cara pengelolaan keuangannya yang kacau dan tidak terstruktur, tidak memiliki catatan maupun pembukuan.
3. Penempatan karyawan yang kurang efisien
Menejemen sebuah usah yang baik juga dapat dilihat dari kinerja dan penempatan karyawannya. Biasanya yang sering terjadi adalah pembagian tugas dan penempatan karyawan yang tidak sesuai.
4. Servis yang buruk
Adapun ujung tombak dari suatu usaha adalah output yang diberikan kepada customer yaitu berupa servis. Servis yang buruk tentunya dapat mencerminkan menejemen internal yang tidak baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar